Riset & Berita

  • Follow Us :

Keuntungan dan Kemudahan dalam berinvestasi Hanya di Investasi Syariah

Zaman sekarang, metode syariah memang sudah sangat banyak. Berawal dari bank-bank yang berkonsep syariah, tabungan syariah, hingga saham bertipe serupa juga tengah tenar di masyarakat. Apalagi saham, banyak orang beranggapan bermain saham sama saja seperti berjudi. Tapi untuk yang takut akan masalah tersebut, ada satu produk yang bisa diperhatikan, yaitu investasi syariah.

Investasi syariah atau penanaman modal secara syariah kini menjadi salah satu produk investasi yang mulai dilirik oleh banyak orang, khususnya para muslim. Faktor pertimbangan utama mengapa orang memilih investasi syariah daripada investasi konvensional adalah sistem dan peraturan yang berlaku disesuikan dengan kaidah islam. Berbagai manfaat dan keuntungan bisa didapatkan oleh investor yang mempercayakan dananya dikelola oleh lembaga keuangan yang menjalankan investasi syariah. Mau tahu lebih jauh hal-hal yang berkaitan dengan investasi syariah?

Apa Prinsip Dasar Investasi Syariah?

Sudah selayaknya setiap ingin melakukan kerjasama, kita harus mengetahui apa saja prinsip yang diterapkan pihak pengelola dana investasi. Pada investasi syariah terdapat prinsip transaksi sebagai berikut:

- Pelarangan terhadap segala macam bentuk kegiatan yang syubhat atau haram seperti riba, judi, penipuan, gharar (ketidakjelasan), dll
- Bermanfaat untuk kedua belah pihak
- Setiap investor berhak dan memiliki kebebasan dalam membuat kontrak berlandaskan kesepakatan kedua belah pihak
- Memenuhi kewajiban akad sesuai kesepakatan
- Setiap dilakukan transaksi perlu adanya etika yang harus diterapkan
- Harus ada dokumentasi atau surat perjanjian saat transaksi dilakukan yang telah mencapai kata sepakat


Banyak orang beranggapan saham merupakan investasi yang lebih cocok untuk orang "berkantong dalam". Namun sekarang, saham bisa dibeli di mana saja dengan modal yang tidak terlalu besar. Bahkan cukup dengan dana Rp 5 juta, Anda sudah bisa bermain saham. Inilah yang membuat daya tarik saham semakin besar. Bayangan untung yang tak terbatas pun menjadi hal yang menggiurkan untuk bermain saham. Namun karena alasan ini pula, sebagian orang menganggap saham sama seperti judi karena tidak ada kepastian yang jelas. Semua bisa terjadi ketika Anda mengambil saham tertentu. Kadang untung besar menghampiri, tetapi bisa juga kerugian yang tidak sedikit mendekati Anda.

Kembali menyoal tentang saham syariah, kepopulerannya yang tengah menanjak membuat banyak orang tertarik untuk mendapatkan emitennya. Meskipun begitu, tidak sedikit orang pula yang tidak mengetahui perbedaan saham syariah dengan saham konvensional atau yang biasa.

Berikut adalah beberapa karakteristik saham syariah yang membedakannya dengan saham konvensional biasa yang telah terlebih dulu digemari masyarakat luas.

1. Emiten Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam
  Sebenarnya jenis saham syariah tidak terlalu berbeda dengan model saham konvensional. Hal yang berbeda adalah jenis emiten atau perusahaan yang dapat dibeli. Di saham konvensional, Anda dapat membeli emiten apa pun yang menarik perhatian Anda dan tentu saja yang berprospek bagus.  Sementara itu, di saham syariah, ada beberapa emiten perusahaan yang tidak dapat Anda masuki sebab bertentangan dengan ajaran Islam.
  Contohnya saja tidak ada penanaman saham di perusahaan rokok ataupun perusahaan alkohol ketika Anda bermain saham syariah. Perseroan ataupun perusahaan yang menerbitkan saham syariah tentu saja juga harus menjalankan usahanya sesuai dengan konsep ajaran Islam. Jika tidak, perusahaan tersebut tidak dapat menerbitkan saham syariah.

 2. Sistem Bagi Hasil
     Sama seperti bank-bank syariah yang tidak menerapkan unsur riba, di saham syariah pun Anda tidak akan mendapatkan keuntungan berupa bunga atau riba. Sistem yang berlaku di saham syariah adalah bagi hasil. Dalam sistem ini, pemegang saham tidak hanya memiliki kemungkinan untuk mendapatkan sebagian untung dari perusahaan, tetapi juga mempunyai risiko yang sama besar jika perusahaan ataupun perseroan mengalami kerugian.
  Sebagai contoh, Anda menanamkan sejumlah dana untuk saham syariah di perusahaan makanan kaleng. Saat perusahaan tersebut mendapat keuntungan dalam jumlah tertentu, Anda pun akan mendapat imbasnya. Anda akan memperoleh dividen dari keuntungan tersebut. Sebaliknya, jika perusahaan itu merugi, Anda pun akan ikut menanggung kerugiannya.

3. Musyawarah Untung dan Rugi
   Dalam saham syariah, masalah bagi hasil untung dan risiko rugi ini sudah mesti disepakati ketika Anda hendak mendaftarkan saham. Calon pemegang saham dan perusahaan harus bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama tanpa paksaan. Inilah yang kemudian disebut dengan iktikad saham. Dengan adanya iktikad saham, pemegang saham bisa terlepas dari yang namanya ghahar (informasi yang menyesatkan) maupun masyir (risiko yang berlebihan). Ketika bersepakat, perusahaan ataupun perseroan memiliki ketentuan untuk memaparkan dengan sejelas-sejelasnya informasi apa saja mengenai perusahaannya. Seluk-beluk perusahaan harus diketahui calon pemegang saham agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Tentu saja penjelasan tersebut diberitahukan kepada calon pemegang oleh perusahaan sekuritas yang menjual saham tersebut. Calon pemegang saham juga berhak mempertanyakan segala hal yang dianggap perlu dan ingin diketahui dari emiten yang ia inginkan. Dengan demikian, informasi yang menyesatkan dapat dihindari. Saham syariah juga membuat pemegang saham menyadari ada tanggung jawab dan risiko yang ditanggungnya. Misalnya saja bahwa pemegang saham mesti ikut menanggung kerugian yang didapat dari emitennya. Dengan kesadaran tersebut, diharapkan Anda tidak menjadi serakah untuk mengejar keuntungan maksimal, melainkan memainkan saham secara bijak
Ketika anda sudah yakin ingin terjun ke dunia investasi dan menanamkan modalnya disana, serta memilih investasi yang berbasis syariah tentunya anda harus mengenal dahulu bagaimana pola dan dimanakah tempat yang cocok untuk anda berinvestasi. Ingat walaupun anda menggunakan modal anda pada investasi syariah namun, perlu diketahui kerugian dan nilai minus pun tak lepas dari investasi ini.

Oleh karena itu saya mencoba menyusun hal apa saja yang harus anda lakukan sebelum berinvestasi dalam tiga tips investasi syariah yang aman, yaitu :

- Memilih tempat investasi. Tempat anda menanam modal investasi sangat berperan penting disini. Mengingat anda akan selamanya bermain investasi anda selamanya di tempat itu, kecuali anda keluar. Pilihlah tempat investasi yang mempunyai kejelasan visi dan misi dalam berinvestasi syariah. Sekarang ini telah banyak bank dan lembaga keuangan baik milik negara maupun swasta yang menawarkan banyak kemudahan dalam membeli produk investasi, langkah yang harus anda ambil adalah cermati dan cocokkan dengan modal anda serta mencoba mencari referensinya dari teman atau orang yang telah berinvestasi di tempat tersebut.

- Mempelajari aturannya. Setiap tempat baik bank atau lembaga keuangan tentu mempunyai aturan main yang berbeda baik itu dalam investasi konvensional atau umum dan investasi syariah. Pelajarilah atauran mainnya seperti jika anda ingin bermain deposito dengan membeli reksadana maka anda harus tahu kapan modal deposito anda akan di pinjam bank dan besaran serta resiko yang akan diperoleh.

- Menentukan modal investasi. Ingat segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak akan baik kedepannya, begitu juga di dunia investasi syariah sekalipun. Modal besar dalam berinvestasi memang penting namun anda juga harus memikirkan keuangan yang lain semisal kesehatan keuangan rumah tangga anda, jangan gara-gara anda asyik dengan investasi ini karena mengaharapkan keuntungan salah-salah keuangan keluarga anda malah defisit dan akhirnya jalan keluarnya adalah meminjam. Pikirkan jumlah modal yang akan di tanam jauh sebelum anda memikirkan tempat dan produk yang akan di beli.

Itulah berbagai macam keuntungan yang bisa Anda dapatkan apabila melakukan investasi syariah dengan baik dan benar. Supaya investasi berbasis syariah yang Anda lakukan dapat menghasilkan semua keuntungan di atas, tentu saja Anda harus memilih bank dan instrumen investasi yang tepat sehingga setiap pengelolaan investasi berbasis syariah yang Anda berikan sesuai dengan aturan agama Islam. Hasilnya, beragam keuntungan pun bisa didapatkan, mulai dari keamanan hingga kualitas hasil investasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.

Ditulis oleh : Adiputra Sinaga, Pemenang Pertama MOST Article Competition : Investasi Syariah